KENAPA BERMAIN ITU PENTING BAGI ANAK USIA DINI?
Perlu
diketahui oleh para orang tua, bahwa setiap anak itu unik dan memiliki cara
tersendiri bagi mereka untuk belajar. Pada anak usia dini, cara yang tepat
untuk belajar adalah melalui bermain, karena bermain merupakan aktivitas yang
disukai secara natural oleh anak. Tentu saja, ketika seseorang melakukan sesuatu
yang disukai maka ia akan melakukannya dengan senang hati dan tanpa paksaan. Ketika
bermain anak akan mengalami proses belajar yang amat penting yaitu pengalaman
secara langsung dengan cara yang menyenangkan, dimana materi yang mereka
dapatkan dari guru langsung mereka praktekan. Seperti yang sering kita dengar,
“pengalaman adalah guru yang terbaik”, karena memang nilai suatu pengetahuan
terletak pada prakteknya. Dengan begitu, anak akan membangun pemahamannya
sendiri tentang apa yang ia pelajari. Jangan sampai anak menjadi pelajar yang
hanya mengetahui materi saja namun tidak dapat menerapkannya secara nyata di
kehidupan sehari-hari, seperti yang sedang terjadi sekarang ini.
Dan
pada kenyataannya, terkadang orang tua tidak memahami pentingnya sebuah
permainan bagi anak, mereka hanya melihat bahwa anak hanya sekedar bermain
tanpa mendapatkan suatu pelajaran yang berharga. Mungkin orangtua sering
mendengar kata “bermain adalah cara belajar anak” atau “bermain adalah dunia
anak”. Bermain tidak dapat dipisahkan dari setiap aktivitas belajar anak. Namun,
orang tua terkadang tetap membedakan antara bermain dengan belajar. Yang orang
tua tahu bahwa belajar selalu berkaitan dengan tugas yang terstruktur di lembar
kerja dan bersifat formal yang anak harus isi seperti mengenal angka dan
alfabet.
Tipe
pembelajaran ini memang membuat orang tua lebih mudah untuk melihat sejauh mana
kemampuan anak dan melihat peran aktivitas tersebut terhadap kemampuan akademik
anak dikarenakan hasilnya dapat langsung terlihat secara real yaitu dengan
nilai. Dan untuk meyakinkan bahwa anak berhasil, beberapa sekolah lebih
memfokuskan pada tipe pembelajaran ini, yaitu menekankan program akademik agar
dikuasai anak sedini mungkin. Teori yang berbunyi “lebih cepat lebih baik”,
semakin disegerakan anak belajar mengenai akademik, semakin cepat pula mereka
akan sukses.
Akibat
dari penerapan teori tersebut adalah orang tua jadi menganggap bahwa bermain
hanya aktivitas selingan agar anak mau belajar. Padahal pada saat anak
mengerjakan lembar kerja tersebut, sedikit sekali proses belajar yang
berlangsung saat itu. Ketika mengerjakan lembar kerja, anak hanya akan dipaksa
untuk mengingat apa yang mereka pelajari tanpa memahami mengapa ia harus
mempelajari hal tersebut. Sehingga yang terjadi adalah masih banyak anak yang
gagal pada saat ujian dikarenakan standar untuk melanjutkan ke tingkat
selanjutnya tidak sesuai dengan cara mereka belajar.
Anak
bisa saja kita ajarkan kemampuan baca, tulis, dan hitung pada saat anak masih
di TK jika kita mau. Namun, bukan berarti anak akan mengerti apa yang mereka
pelajari. Jika mereka belum siap untuk memahami apa yang guru ajarkan, maka
dimasa yang akan datang mereka tidak akan termotivasi untuk mempelajarinya
lebih dalam lagi, dan sulit untuk memotivasinya kembali untuk mempelajari pelajaran
yang baru.
Sebagai
orang tua dan tenaga pendidik, yang menjadi PR kita adalah menanyakan kepada
diri sendiri “akankah anak yang kita ajarkan hari ini menjadi siswa yang
berkompeten di akademik dan orang dewasa yang berkompeten yang dapat memberikan
manfaat bagi orang lain serta berhubungan baik dengan keluarga, lingkungan
mereka, maupun dengan dirinya sendiri?”. Jika kita ingin anak menjadi pelajar
yang sukses untuk masa sekarang maupun yang akan datang, kita harus mengajarkan mereka berpikir untuk
mengatasi diri mereka sendiri terlebih dahulu, memecahkan masalah dan
bersosialisasi dengan lingkungan. Kemampuan itu dapat diperoleh anak dengan
mendorong mereka untuk mengembangkan aktivitas belajar mereka secara aktif,
yaitu dengan cara menyelesaikan masalah nyata yang sering terjadi di sekitar
mereka, bekerja sama dengan yang lain untuk menyelesaikan tugas, dan semua
proses belajar tersebut didapatkan anak melalui bermain. Di setiap kemampuan
tersebut banyak proses belajar yang dilalui anak, dan hasil nya terlihat dari
bagaimana mereka berperilaku nantinya.
Maka
dari itu, sangat penting pula untuk menyampaikan hal tersebut pada orang tua agar
mereka selalu mendukung kegiatan bermain anak di sekolah. Kemudian memberikan
hasil pengamatan dan penilaian mengenai perkembangan anak saat bermain di
setiap aktivitas, agar orang tua yakin bahwa anak sangat memerlukan bermain
untuk belajar. Melalui bermain anak akan terangsang untuk mempelajari suatu
pelajaran lebih dalam lagi, sehingga ketika memang sudah saatnya anak akan siap
dengan apa yang mereka pelajari.