Sunday, November 30, 2014

WHY PLAYING IS IMPORTANT FOR EARLY CHILDHOOD?


KENAPA BERMAIN ITU PENTING BAGI ANAK USIA DINI?
Perlu diketahui oleh para orang tua, bahwa setiap anak itu unik dan memiliki cara tersendiri bagi mereka untuk belajar. Pada anak usia dini, cara yang tepat untuk belajar adalah melalui bermain, karena bermain merupakan aktivitas yang disukai secara natural oleh anak. Tentu saja, ketika seseorang melakukan sesuatu yang disukai maka ia akan melakukannya dengan senang hati dan tanpa paksaan. Ketika bermain anak akan mengalami proses belajar yang amat penting yaitu pengalaman secara langsung dengan cara yang menyenangkan, dimana materi yang mereka dapatkan dari guru langsung mereka praktekan. Seperti yang sering kita dengar, “pengalaman adalah guru yang terbaik”, karena memang nilai suatu pengetahuan terletak pada prakteknya. Dengan begitu, anak akan membangun pemahamannya sendiri tentang apa yang ia pelajari. Jangan sampai anak menjadi pelajar yang hanya mengetahui materi saja namun tidak dapat menerapkannya secara nyata di kehidupan sehari-hari, seperti yang sedang terjadi sekarang ini.

Dan pada kenyataannya, terkadang orang tua tidak memahami pentingnya sebuah permainan bagi anak, mereka hanya melihat bahwa anak hanya sekedar bermain tanpa mendapatkan suatu pelajaran yang berharga. Mungkin orangtua sering mendengar kata “bermain adalah cara belajar anak” atau “bermain adalah dunia anak”. Bermain tidak dapat dipisahkan dari setiap aktivitas belajar anak. Namun, orang tua terkadang tetap membedakan antara bermain dengan belajar. Yang orang tua tahu bahwa belajar selalu berkaitan dengan tugas yang terstruktur di lembar kerja dan bersifat formal yang anak harus isi seperti mengenal angka dan alfabet.
Tipe pembelajaran ini memang membuat orang tua lebih mudah untuk melihat sejauh mana kemampuan anak dan melihat peran aktivitas tersebut terhadap kemampuan akademik anak dikarenakan hasilnya dapat langsung terlihat secara real yaitu dengan nilai. Dan untuk meyakinkan bahwa anak berhasil, beberapa sekolah lebih memfokuskan pada tipe pembelajaran ini, yaitu menekankan program akademik agar dikuasai anak sedini mungkin. Teori yang berbunyi “lebih cepat lebih baik”, semakin disegerakan anak belajar mengenai akademik, semakin cepat pula mereka akan sukses. 
Akibat dari penerapan teori tersebut adalah orang tua jadi menganggap bahwa bermain hanya aktivitas selingan agar anak mau belajar. Padahal pada saat anak mengerjakan lembar kerja tersebut, sedikit sekali proses belajar yang berlangsung saat itu. Ketika mengerjakan lembar kerja, anak hanya akan dipaksa untuk mengingat apa yang mereka pelajari tanpa memahami mengapa ia harus mempelajari hal tersebut. Sehingga yang terjadi adalah masih banyak anak yang gagal pada saat ujian dikarenakan standar untuk melanjutkan ke tingkat selanjutnya tidak sesuai dengan cara mereka belajar.
Anak bisa saja kita ajarkan kemampuan baca, tulis, dan hitung pada saat anak masih di TK jika kita mau. Namun, bukan berarti anak akan mengerti apa yang mereka pelajari. Jika mereka belum siap untuk memahami apa yang guru ajarkan, maka dimasa yang akan datang mereka tidak akan termotivasi untuk mempelajarinya lebih dalam lagi, dan sulit untuk memotivasinya kembali untuk mempelajari pelajaran yang baru.
Sebagai orang tua dan tenaga pendidik, yang menjadi PR kita adalah menanyakan kepada diri sendiri “akankah anak yang kita ajarkan hari ini menjadi siswa yang berkompeten di akademik dan orang dewasa yang berkompeten yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain serta berhubungan baik dengan keluarga, lingkungan mereka, maupun dengan dirinya sendiri?”. Jika kita ingin anak menjadi pelajar yang sukses untuk masa sekarang maupun yang akan datang,  kita harus mengajarkan mereka berpikir untuk mengatasi diri mereka sendiri terlebih dahulu, memecahkan masalah dan bersosialisasi dengan lingkungan. Kemampuan itu dapat diperoleh anak dengan mendorong mereka untuk mengembangkan aktivitas belajar mereka secara aktif, yaitu dengan cara menyelesaikan masalah nyata yang sering terjadi di sekitar mereka, bekerja sama dengan yang lain untuk menyelesaikan tugas, dan semua proses belajar tersebut didapatkan anak melalui bermain. Di setiap kemampuan tersebut banyak proses belajar yang dilalui anak, dan hasil nya terlihat dari bagaimana mereka berperilaku nantinya.
Maka dari itu, sangat penting pula untuk menyampaikan hal tersebut pada orang tua agar mereka selalu mendukung kegiatan bermain anak di sekolah. Kemudian memberikan hasil pengamatan dan penilaian mengenai perkembangan anak saat bermain di setiap aktivitas, agar orang tua yakin bahwa anak sangat memerlukan bermain untuk belajar. Melalui bermain anak akan terangsang untuk mempelajari suatu pelajaran lebih dalam lagi, sehingga ketika memang sudah saatnya anak akan siap dengan apa yang mereka pelajari.

Thursday, October 30, 2014

Subhanallah atau masya Allah??



Assalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh..
“subhanallah, bagus banget pemandangannya…” 

Aku rasa kalimat di atas sudah tidak asing lagi di telinga kita, atau bahkan di mulut kita sendiri. sebenarnya, kita tau gak sih arti dari kalimat itu? Apa bener udah sesuai dengan yang kita maksudkan? atau kita cuman ikut-ikutan orang aja, karena banyak orang sering bilang begitu maka itulah makna yang dianggap benar. Hehehe.
Sebagai muslim, harusnya kita tau setiap makna dari apa yang kita ucapkan terutama jika sudah menyangkut agama. Dan kalimat yang aku tulis di awal tulisan ini merupakan salah satu contoh kesalahan dalam menggunakan kalimat islami. Makna dari kalimat itu tidak sesuai dengan arti yang sebenarnya. 
Sebagian dari kita atau kita semua sering terbalik dalam menggunakan kalimat Subhanallah dan masya Allah. Kita mengucapkan Subhanallah ketika melihat hal yang indah-indah. Sedangkan masya Allah diucapkan ketika melihat kejadian-kejadian yang tidak baik atau buruk. Sebenarnya penggunaan kalimat tersebut terbalik, kita dianjurkan untuk mengucapkan subhanallah ketika melihat sesuatu atau kejadian yang buruk. Ketika kita mengucapkan Subhanallah itu berarti kita menetapkan bahwa Allah Maha Suci dari keburukan tersebut. Sedangkan masya Allah diucapkan ketika kita menunjukkan ekpresi kagum terhadap sesuatu yang indah atau perkara yang baik yang terjadi atas izin Allah. 

SUMBER : Ustadz Abu Umar Basyier di Buku Prahara Cinta hal. 173, Penerbit : Shafa Publika
Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmizi, dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda : "Suatu hari aku berjunub dan ternampak Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berjalan bersama para sahabat, lantas aku menjauhi mereka dan pulang untuk mandi junub, setelah itu aku datang menemui Rasulullah. Baginda bersabda :
Wahai Abu Hurairah, mengapakah engkau melarikan diri tatkala kami datang? Aku menjawab :  Wahai Rasulullah, aku kotor (berjunub) dan aku tidak selesa untuk bertemu kalian. Rasulullah bersabda :  “Subhanallah!! sesungguhnya mukmin tidak najis"
Beberapa Firman Allah subhanahu wa ta'ala : “Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat : ”Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu? Malaikat­-malaikat  itu menjawab : “Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka :  bahkan mereka telah menyembah jin : kebanyakan mereka beriman kepada jin itu.”  (QS. Saba’ 34 : 40-41)
Katakanlah :  “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.”  (QS. Yusuf 12 : 108)
“Dan mengapa kamu tidak berkata, di waktu mendengar berita bohong itu :
“Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini. Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar”.  (QS. An Nuur 24 : 16)
“Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu  “MAA SYAA ALLAH, LAA QUWWATA ILLAA BILLAH”  (Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan”.  (QS. Al Kahfi [18]: 39)
Jadi “Subhanallah” dilekatkan dalam makna “turun”, yang kemudian sesuai dengan kebiasaan
orang dalam Bahasa Arab. Secara umum; yakni menggunakannya untuk mengungkapkan keprihatinan atas suatu hal yang kurang baik di mana tak pantas.
Demikian dalam kebiasaan lisan berbahasa Arab : mereka mengucapkan “Masya Allah” pada
keadaan juga sosok yang kebaikannya mengagumkan.

Saturday, September 13, 2014

Karena wanita ingin dimengerti...



Bismillahirahmanirrahim..
Assalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh :D

Disini aku mau berbagi cerita sedikit tentang perempuan. Iya perempuan, itu nama ku sendiri yang diambil dari bahasa Arab “annisa”, tapi bukan itu yang mau aku bahas, hehe. Tulisan ini lebih aku tujukan buat laki-laki, biar kamu (yang merasa laki-laki) tau gimana kamu seharusnya memperlakukan perempuan dan memahami karakter mereka. Bisa jadi kamu sebagai kakak yang punya adik perempuan, sebagai anak yang memiliki ibu, sebagai ayah yang punya anak perempuan, dan sebagai suami yang punya seorang istri.

Perempuan, sama seperti hal nya laki-laki,mempunyai kelebihan dan kekurangan. Namun kelebihan dan kekurangannya bertolak belakang dengan laki-laki. Perempuan dan laki-laki diciptakan berbeda bukan untuk saling bersaing karena kita punya cara masing-masing dalam menjalankan kodrat agar kita bisa hidup saling melengkapi, itulah kenapa kita diciptakan oleh Allah untuk hidup berpasangan.
Perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki dibagian atas yang paling bengkok. Maka jangan coba untuk meluruskan mereka dengan cara memperlakukannya seperti kamu memperlakukan dirimu. Jika kamu mencoba meluruskannya, maka ia akan patah. Maka perlakukan lah mereka sebagaimana mestinya, dan sebelum itu kamu perlu memahami tabi’at-tabi’at perempuan itu sendiri.

Udah cukup lah ya basa-basinya, hehe. Aku mau bahas tentang tabi’at perempuan secara garis besar. Ada beberapa poin yang menurut aku menarik untuk dibahas, disimak ya..

Yang pertama perempuan itu pencemburu. Ingat, cemburu itu tanda sayang ya, hehe. Ya aku tau, laki-laki juga pasti bisa cemburu. Tapi berbeda dengan perempuan. Perempuan sangat mudah cemburu apabila orang yang disayanginya sedang bersama orang lain. Terkadang tanpa kamu ketahui,mereka cemburu dengan kakak adik mu, mereka cemburu dengan ibu mu, mereka cemburu dengan teman dekatmu bahkan mereka bisa cemburu dengan video game kesukaanmu, hmm. Itu hal yang wajar, sekarang bergantung pada bagaimana kamu mengenali kecemburuan itu dan menenangkannya.

Yang kedua perempuan itu perasa, terkadang sifat perasa pada perempuan lebih besar dibanding akalnya, namun inilah salah satu kelebihan yang dimiliki perempuan, inilah sifat perempuan pada hakekatnya. Bayangkan kalau sifat perasa perempuan disamakan dengan laki-laki, tentu mereka tidak akan tahan mengurusi urusan rumah tangga yang membutuhkan kesabaran tinggi, seperti  ketika merawat anaknya yang masih bayi, menggendongnya hingga kemana-mana, tetap terjaga di malam hari karena bayi nya menangis dan membuat bayi nya tertidur kembali. Dibalik sifatnya yang perasa tersebut, perempuan juga memiliki kemampuan untuk merasakan emosi yang terkandung dalam sesuatu, itulah mengapa banyak orang yang bilang feeling seorang ibu lebih kuat jika ada sesuatu yang akan terjadi pada anaknya.

Dan terkadang perempuan mudah marah dengan alasan yang tidak jelas, ada saat dimana ia akan sangat sensitive dengan setiap kata yang orang lain ucapkan, itu pun hal yang wajar, karena sesama perempuan pun menyadari sifatnya mereka yang sensitive tersebut dan biasanya mereka akan saling memahami dengan memberikan ruang sendiri untuk dirinya. Sebagai lelaki, kalau kamu sedang menghadapi perempuan yang lagi “sensitive” tersebut, saranku mending mengalah saja demi menjaga perdamaian dunia, hehe.

Yang ketiga adalah “banyak omong”, sebuah penelitian mengatakan bahwa perempuan bicara 20.000 kata/hari dan laki-laki 7000 kata/hari. Yang menunjukkan bahwa perempuan memang lebih banyak bicara, karena memang mereka memerlukan itu salah satunya untuk menjadi ibu yang baik ketika mengajari anak-anaknya berbicara, sedangkan laki-laki jauh lebih sedikit berbicara. Dibalik sifat mereka yang banyak omong itu, sebetulnya mereka hanya perlu didengarkan. Ketika kamu  sedang malas bicara, disaat ia ingin bercerita, tetaplah memberikan respon padanya seperti “hmm gitu ya..“ atau “terus-terus?”  yang menandakan bahwa kamu mendengarkan dan masih menyimak. Dengan begitu ia akan merasa senang.
 Perempuan juga sering mengeluhkan sesuatu dengan panjang lebar pada orang terdekatnya dan merasa bingung dengan masalah yang dihadapinya, sebetulnya ia hanya mengeluarkan unek-uneknya dan biasanya mereka sudah mengetahui solusi dari masalahnya sendiri, mereka hanya butuh penguatan atau dukungan dari orang terdekatnya untuk meyakinkan dirinya bahwa ia bisa menyelesaikannya.

Yang keempat adalah suka perhiasan. Suka perhiasan disini bukan hanya kalung, gelang, anting, atau cincin dari emas, tetapi juga termasuk berpakaian dan make up. Kita semua tahu perempuan sering berlama-lama hanya untuk berdandan, berjam-jam keliling mall untuk mendapatkan yang dicari dari satu toko ke toko lain walaupun ujung-ujungnya yang dibeli adalah barang yang pertama kali dia lihat. Menghadapi kondisi itu kamu harus sabar. Selain untuk kepuasan dirinya sendiri, hal itu mereka lakukan untuk menampilkan yang terbaik  untuk kamu, bisa terlihat cantik di depan pasangannya merupakan kebanggaan tersendiri buat perempuan, apalagi ketika kamu memperhatikan detail kecil yang ia gunakan dan memujinya, seperti “kamu keliatan lebih manis pake warna pink nya” . hargailah usahanya ketika ia berusaha menampilkan yang terbaik, selain bikin senang itu juga bisa bikin makin sayang lho ;).

Itulah beberapa sifat perempuan yang menurutku menarik untuk dibahas dan perlu diketahui oleh laki-laki, meskipun mungkin masih banyak sifat mereka yang sulit dimengerti dan masih menjadi teka-teki, halah Semoga tulisan ini bisa memberikan sedikit pencerahan buat siapa aja yang baca, terutama buat kamu, iya kamu, wahai pemilik tulang rusukku.  Ahak><.

Wassalamualaikumwarahmatullahiwabaraktuh.